Selasa, 16 Agustus 2016

Mahasiswa MAKSI UEU Sabet Juara 3 LKTI Kabupaten Kuningan


Mahasiswa MAKSI UEU Sabet Juara 3 LKTI Kabupaten Kuningan





Lomba Pidato & Karya Tulis Ilmiah Pelajar & Pemuda Se-Kabupaten Kuningan
Civitas akademika Universitas Esa Unggul mengucapkan selamat dan sukses kepada Rio Kencono – mahasiswa Magister Akuntansi (MAKSI) Angkatan XIV – NIM 2015.03.047
(juara 3 LKTI se.Kab.Kuningan-jawa barat). Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke. 71 dan hari jadi Kab. KUNINGAN ke 518.
Thema: Berdikari atau mati: peran pemuda dalam MEA.
Judul LKTI : kompetisi masyarakat dalam menyongsong MEA
Lomba dilaksanakan pada tgl.8/8/2016 (hari senin) bertempat di aula FKip Universitas Kuningan.
Pada penulaian untuk mencari juara 1 sampai harapan 3. Dilakukan dengan presentasi dan tanya jawab seputar karya tulis.
Penyerahan hadiah dan sertifikat piagam akan dilaksanakan pada tgl 16 agustus 2016. Pada saat apel persiapan 17 agustus oleh Bupati Kuningan H Acep purnama SH MH.


Lomba Pidato & Karya Tulis Ilmiah Pelajar & Pemuda Se-Kabupaten Kuningan


Read More..

Selasa, 20 Oktober 2015

Akuntansi Internasional

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Perbedaan studi akuntansi internasional adalah pada:

  1. Pelaporan untuk MNC/MNE
  2. Batas negara
  3. Pelaporan untuk pihak lain di negara yang berbeda
  4. Perpajakan Internasional
  5. Transaksi Internasional 
Proses Akuntansi
  1. Pengukuran : Proses mengidentifikasi, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi dan transaksi, memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas dan operasi.
  2. Pengungkapan : Proses mengomunikasikan kepada para pengguna
  3. Auditing : Proses atestasi terhadap keandalan pengukuran dan komunikasi
Sudut Pandang Sejarah
  1. Double entry bookeeping (luca pacioli), Italia --> Inggris (selanjutnya ke persemakmuarn inggris termasuk AS).
  2. Model Akuntansi Belanda --> diimpor ke Indonesia.
  3. Perkembangan Akuntansi didukung oleh adanya pendidikan (munculnya sekolah bisnis).
  4. Seiring perubahan jaman dan perkembangan hubungan internasional, kerumitan akuntansi semakin menjadi.
Sudut Pandang Kontemporer
  1. Adanya usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional
  2. Pengendalian modal
  3. Valuta asing
  4. Investasi asing langsung
  5. Liberalisasi transaksi
  6. Privatisasi perusahaan pemerintah (untuk pengurangan pengendalian valas dan pembatasan investasi lintas batas)
  7. Kemajuan dalam teknologi informasi
Contoh: Proses alih kontrak Proliant ML150 HP


Contoh: Proses alih kontrak Proliant ML150 HP
  1. Ide untuk membuat ML150 timbul di Singapura
  2. Konsep disetujui di Houston
  3. Desain konsep dilakukan di Singapura
  4. Desain rancang bangun dan pembuatan awal di Taiwan
  5. Perakitan akhir di Australia, Cina, India dan Singapura. Mesin diproduksi di Australia, Cina dan India, dijual di pasar lokal, mesin dirakit di Singapura dipasarkan di Asia Tenggara. 
Mengapa Akuntansi Internasional?
  1. Pertumbuhan dan penyebaran Operasi Multinasional
  2. Kompetisi Global
  3. Merger dan Akuisisi Lintas Batas
  4. Inovasi Keuangan
  5. Internasionalisasi Pasar Modal
Sumber Weblog Esa Unggul

Read More..

Pemrosesan Transaksi

Pemrosesan Transaksi


Tujuan Insruksional Umum
Memahami dan menjelaskan siklus akuntansi, mengetahui dasar record akuntansi, yang digunakan dalam Pemrosesan transaksi.
 

Tujuan Instruksional Khusus
Memahami dan Menjelaskan jenis-jenis transaksi yang diproses.
Memahami dan menjelaskan dasar record akuntansi yang digunakan dalam pemrosesan transaksi.

Siklus Pemrosesan Transaksi
Pada umumnya SIA dirancang untuk menghasilkan INFORMASI yang membantu para USER nya mengambil keputusan.

SIA yang berbasis komputer mengubah data transaksi ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh KOMPUTER dan memprosesnya.

Setelah data diproses, lalu disimpan dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin, dan dikonversi ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh Manusia.

Siklus Pemrosesan Transaksi


Siklus akuntansi (proses manual) dapat digambarkan seperti dibawah ini :



Siklus Transaksi
5 Siklus Transaksi:

  • Pendapatan
  • Pengeluaran
  • Penggajian SDM
  • Produksi
  • Keuangan
Lima siklus transaksi ini saling berhubungan dan bertalian dengan buku besar dan sistem pelaporan.



Pemrosesan Transaksi
Siklus Pemrosesan data terdiri dari empat langkah, yaitu:

  • Input data
  • Penyimpanan data
  • Pemrosesan data
  • Output informasi
Sisi Aktivitas Bisnis yang Harus Dikumpulkan Datanya



1. Input Data

  • Langkah pertama adalah mengumpulkan data terlebih dahulu --> dengan dokumen sumber.
  • Data-data yang diperlukan:
    • Aktivitas-aktivitas atau kejadian dalam organisasi
    • Sumber daya yang dipengaruhi kejadian tersebut
    • Pihak yang terlibat dalam aktivitas tersebut
  • Aktivitas untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam meng-input data:
    • Dokumen turnaround
    • Otomatisasi dokumen sumber
    • Dokumen sumber dan entry data yang didesain dengan baik
 2. Pemrosesan Data
  • Empat tipe pemrosesan data:
    • Meng-update data
    • Mengubah data
    • Menambah data
    • Menghapus data
  • Proses pembaruan data dibagi dua:
    • Proses batch: pembaruan atas data yang disimpan tentang sumber daya dan pelaku yang terlibat. Kelemahannya: data kurang akurat.
    • Proses on-line atau real time: pembaruan yang dilakukan setelah terjadinya transaksi. Kelebihannya: data lebih akurat dan kesalahan dapat diperbaiki dengan mudah.
3. Penyimpanan Data
    Data perlu diatur agar dapat diakses dengan mudah dan efisien.

Istilah-istilah Dalam Penyimpanan Data

  • Entity: Sesuatu yang disimpan informasinya.
  • Atribute: Karakteristik khusus yang harus disimpan.
  • Record: Gabungan field yang mengandung data tentang berbagai atribut dari entitas yang sama.
  • Data Value: Pertemuan antara kolom dan baris.
  • Field: Nilai yang tersimpan dalam ruang fisik.
  • File: Record yang saling berhubungan.
  • Master File: File yang menyimpan informasi kumulatif tentang entitas suatu organisasi.
  • Database: File yang saling berhubungan dan dikoordinasi dari pusat.



Penyimpanan Data

  • Ledger
  • General ledger
  • Subsidiary ledger
  • Coding Techniques: metode untuk memberi nomor pada dokumen agar mudah mengklasifikasikannya. Teknik coding ada 3, yaitu; sequence code, block code, group code.
  • Chart of Account
  • Journal
  • Audit Trial
4. Output Informasi
  • Informasi dapat berupa: dokumen, laporan.
  • Output ini terkadang digunakan untuk keperluan internal seperti:
    • Tujuan perencanaan.
    • Manajemen operasional harian
    • Tujuan pengendalian internal
    • Tujuan evaluasi
Dokumentasi
  • Dokumentasi meliputi bentuk naratif, bagan alir (flowchart), diagram, dan materi tertulis lainnya yang menjelaskan bagaimana sebuah sistem bekerja.
  • Peran penting dokumentasi:
    • Untuk memahami bagaimana sistem tersebut bekerja.
    • Untuk mengevaluasi dokumentasi sistem pengendalian internal.
    • Untuk mengembangkan sistem yang baru. 
Alat Pendokumentasian Sistem yang Paling Umum:
  • Diagram Arus Data( Data Flow Diagram (DFD))
  • Bagan Alir (flowchart) Dokumen
  • Bagan Alir (flowchart) Sistem
  • Bagan Alir Program
1. Diagram Arus Data (DFD)
  • Secara grafis mendeskripsikan arus data di dalam suatu organisasi.
  • Elemen DFD:
    • Sumber dan tujuan data
    • Arus data
    • Proses transformasi
    • Penyimpanan data
  • Arus data dan penyimpanan data secara umum merupakan kumpulan elemen-elemen data.
a. Sumber dan tujuan data
  • Mewakili sebuah organisasi atau individu yang mengirim atau menerima data yang dipergunakan atau dihasilkan sistem.
  • Simbol dari sumber dan tujuan data dalam DFD diwakili oleh bujur sangkar.


b. Arus data
  • Mewakili arus data antara pemrosesan, penyimpanan, serta sumber dan tujuan data.
  • Arus data diwakili oleh tanda panah.

c. Proses
  • Mewakili transformasi data.
  • Simbol proses transformasi data:

d. Tempat Penyimpanan Data
  • Tempat menyimpan data baik secara permanen maupun temporer.
  • Diwakili oleh simbol dua garis horizontal.



Contoh:




Flowchart

  • Simbol-simbol bagan alir dibagi empat kategori:
  • Simbol masukan/keluaran (input/output symbols)
  • Simbol pemrosesan
  • Simbol penyimpanan
  • Simbol arus dan lain-lain

Simbol Input / Output



Simbol Proses



Simbol Penyimpanan



Simbol Arus dan Lain-lain

 

Cara membuat bagan alir (Flowchart)
  • Pahami sistemnya sebelum membuat bagan alirnya.
  • Identifikasi entitas-entitas yang akan dibuat bagan alirnya, seperti departemen, fungsi jabatan atau pihak eksternal lainnya. 
  • Identifikasi arus dokumen dan informasi di dalam sistem.
  • Desain bagan alir sedemikian rupa agar bagan alir tersebut dimulai dari atas ke bawah. 
  • Berilah nama seluruh simbol dengan jelas. Tulislah deskripsi input, proses, atau keluaran di dalam setiap simbol. Apabila deskripsi terlalu panjang, gunakan simbol anotasi. JANGAN GUNAKAN TULISAN TANGAN YANG DISAMBUNG!!! 
  • Setiap simbol proses manual harus memiliki sebuah input dan output. JANGAN MENGHUBUNGKAN DUA DOKUMEN SECARA LANGSUNG, kecuali ketika memindahkannya dari satu kolom ke kolom lain. 
  • Pergunakan kepala panah untuk seluruh garis arus
2. Bagan Alir (Flowchart) Dokumen
  • Bagan alir dokumen mengilustrasikan arus dokumen dan informasi di antara bidang tanggung jawab dalam organisasi.
  • Bagan alir yang mendeskripsikan dan mengevaluasi pengendalian internal disebut bagan alir pengendalian (Internal Flowchart) 

Contoh:
Untuk mengisi KRS, mahasiswa angkatan 2010 harus mengisi dua rangkap FRS terlebih dahulu. Kemudian FRS yang telah diisi tersebut diserahkan kepada dosen pembimbing akademik bersama dengan DNS untuk ditandatangani. Rangkap pertama FRS dikembalikan pada mahasiswa. Rangkap kedua FRS dan DNS diarsip oleh dosen pembimbing akademik berdasarkan NPM.
Solusi:
 

3. Bagan Alir Sistem  
Menunjukkan hubungan antara input, pemrosesan, dan output dari suatu SIA. 
Contoh:
Untuk menyelesaikan skripsinya, Popo harus meng-up date pembahasan skripsi yang disimpannya di disket melalui komputer. Hasil pengetikan akan diproses oleh CPU dan ditampilkan di monitor. Kemudian disimpan kembali di disket.
Solusi:


4. Bagan Alir Program  

Mengilustrasikan urutan proses logis yang dilaksanakan oleh komputer dalam menjalankan suatu program. 

Perbedaan Flowchart dan DFD
  • Flowchart digunakan untuk mendokumentasikan sistem yang sudah ada.
  • DFD digunakan untuk mendesain sistem baru.
Sumber Weblog Esa Unggul








Read More..

Realted Posts